Skip to main content

Posts

Tulisan 13/09/2017 (baru dipublikasikan)

Sebuah kisah klasik. Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali. Ini akan menjadi hal yang sangat kita rindukan. Disaat semua hal kita duakan asalkan kita bermain bersama.Ketika jarak dan waktu memisahkan kita, dan membuat kita hampir lupa setiap partikel kejadian hari demi hari selama tiga tahun lamanya. Saat terakhir harus memeluk, kemarin (entah sudah berapa ratus hari yang lalu), aku menangis dihadapan kalian. Seakan kita tak akan bertemu lagi. Meskipun begitu aku yakin dan percaya bahwa kita pasti akan bertemu lagi. Warna langit gelap seakan memberitahukan bahwa hari itu air mata akan tertumpah untuk kalian sahabatku. Mungkin diriku masih ingin bersama kalian. Mungkin diriku masih haus sanjungan kalian. Aku masih ingat, hari itu aku harus menangis sambil tertawa. Melepaskan hari-hari yang akan datang dan diisi tanpa kalian. Di tahun 2021 kita membuat sebuah janji bertemu. Ditanggal 14 bulan Februari. Bertemu kembali di sebuah kota yang belum kita tentukan bersama. Kupelu...

Menulis

Menulis             Layaknya darah muda yang masih berada dalam proses emosi labil menuju stabil. Saya kerap kali mengalami perdebatan dalam diri. Perdebatan seperti menyalahkan diri karena merasa telah salah dalam menyikapi manusia lain, mengulang kejadian-kejadian yang sudah berlalu di dalam ingatan sambil membuat pengandaian-pengandaian jikalau tidak begitu maka tidak akan seperti ini, mempertanyakan potensi diri, memaksa diri keluar dari zona nyaman, dsb.             Di usia 20 tahun saya benar-benar mengerti bahwa tindakan-tindakan yang sudah berlalu akan diikuti oleh kejadian-kejadian yang akan datang. Berusaha merasionalkan diri agar tidak terlalu mendramatisir kejadian-kejadian dan menguatkan diri untuk menghadapi segala sesuatu sebab semua akan berlalu. Bahkan yang sebelumnya dianggap tidak mampu atau terasa sangat sulit dilalui sekalipun pada akhirnya terlewa...

Apa itu "cinta"?

Cinta , satu kata yang memiliki berjuta arti. Tergantung kepada siapa yang sedang menggenggamnya. Juga tergantung kepada orang yang menyikapinya. Dari berjuta umat di dunia, jika ditanya tentang cinta pasti tak satupun kita temui jawaban yang sama. Mengapa demikian? Seperti lirik lagu Rumor band yang mencintai seseorang sampai membuat dia tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Atau seperti Padi (band) yang mencintai seseorang yang sangat kecil kemungkinan dapat ia raih, bak bintang di langit. Kata Peterpan (band) tak ada yang abadi untuk hal apapun. Atau seperti penggalan lirik lagu dangdut yang berkata "hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga". Tetapi menurut penulis, cinta itu sebuah misteri. Tidak satupun yang bisa menebak kepada siapa seseorang akan jatuh cinta. Namun banyak yang menyangkal pendapat ini, karena menurut sebagian orang masalah jatuh cinta itu bisa diatur, dan itu hanya terjadi kepada orang sekitar.

Puisi Senja

Senja Dimana letak keramaian kota? Aku terdampar disini di rumah ini Sepi dan sendiri Suara musik semakin membawaku dalam kepedihan Dimana letak keramaian rumah yang dulu? Dimana semua orang yang menyayangiku? Mengapa mereka membiarkan aku sendiri? Apa tak ada lagi yang peduli? Senja.. Biasanya engkau yang membawa orang pulang kembali ke rumah Karena kegelapan sebentar lagi akan tiba Tapi mengapa di rumah ini tak ada arti senja? Senja.. Hari ini aku menatapmu sendiri lagi Disudut rumah dekat pintu Menutup mata sambil menengadah ke arah langit Senja.. Kumohon cepat berlalu Biarkan bulan menyinari malam ini Karena esok sang mentari kan bersinar lagi -Sartika nababan-

Ini hanya curcol

TULISAN MALAM INI Saya terinspirasi dari keluarga yang tinggal di sebelah rumah. Mereka banyak yang menyebut itu tetangga. Tapi bagi saya mereka hanya segerombol orang yang kebetulan berjodoh dengan rumah di sebelah rumah saya. Yang saya lihat di satu rumah sebelah itu, mereka ada 3. Layaknya keluarga harmonis, terdiri dari satu ayah sebagai kepala keluarga, satu ibu sebagai jantung keluarga dan satu anak sebagai pelengkap kesempurnaan cinta. Tertarik dengan kisah ibu sebagai jantung keluarga. Itu nyata sekali terlihat dari keluarga mereka. Jantung yang sejatinya adalah organ tubuh yang menjadi pusat kehidupan manusia. Saat jantung terganggu, tubuh tidak akan berjalan normal untuk melanjutkan kehidupan. Sama halnya dengan si ibu dari rumah sebelah, dia adalah pemompa keuangan dan menjadi pusat kehidupan satu keluarga.  Sang ayah yang selaku kepala yang letaknya di atas jantung hanya sebagai pelengkap agar tidak terlihat keluarga yang bercacat secara anatomi. ...

MAMETHESA

Sekarang aku ingin bercerita tentang teman baikku di SMA. MAMETHESA. Apa itu MAMETHESA? MAMETHESA, singkatan nama kami berempat. Ma untuk Marintan, Me untuk Mega, The untuk Theresia dan Sa untuk Sartika. Wkwkw ya begitulah adanya. Sederhana aja kalau dari nama. Next, masalah bagaimana kami bisa sampai seakrab ini. Dimulai dari obrolan kecil tapi menarik dari situlah kami mulai nyaman. Bisa dikatakan kami selalu bersama. Tapi bukan berarti karena kami jomblo. Behhh..jangan salah. *agaksombong* Mulai dari nama pertama. Ma. Marintan Monika Sihombing. Mari kita definisikan Marintan itu seperti apa dipandangan penulis. Marintan atau sering dipanggil Tan , Marin , dan panggilan tersendiri dari penulis untuknya yaitu Marinthon DC (sumpah! Karena sayangku nya itu makanya ku buat panggilan tersendiri) wkwkwk. Marintan adalah perempuan batak bertubuh kekar *eh maksudnya punya otot gitulah. Anak pertama dari 4 bersaudara. Sifatnya dewasa, supel, tapi orangnya mageran . Sekarang di...

RAN