Skip to main content

Sampai Jumpa di Ratusan Purnama Berikutnya

 

Seandainya gedung stasiun BNI City bisa berbicara, mungkin dia akan menceritakan kisah bertemunya dua orang canggung yang terjadi saat senja pada tanggal 28 Mei 2024. Seorang perempuan kebingungan menemukan teman lamanya yang sudah menunggu di depan stasiun BNI City karena perempuan itu baru pertama kali transit di sana. “Dia nervous sekali jadinya dia tidak bisa menemukan jalan keluar”. Lekas setelah berhasil melihat punggung temannya itu, dia menghampiri dan itu membuat suasana hatinya menjadi gembira. Seperti mimpi, pria itu, yang sudah 8 tahun tidak dia tahu keberadaannya, ada di hadapannya senja itu. Sangat dekat. Bahkan kalo dia bodoh saja sedikit, dia bisa memeluk pria itu. Dan hal itu pasti akan terus jadi bahan ledekan pria itu.

Mereka menyusuri ibukota berdua menggunakan taksi online menuju ke tempat yang sudah dipilihkan si perempuan. Di sana mereka akan bertemu dengan dua teman lainnya.

Selasa itu ditutup dengan banyak cerita dan opini. Salah satunya yang bisa dikutip oleh si perempuan dari pria itu adalah di setiap musim kehidupan manusia, ada hal yang harus ia korbankan untuk mendapatkan hal yang ia inginkan. Perempuan itu mengamati betul keinginan dan isi pikiran pria itu. Pria itu tidak ingin memiliki hubungan jarak jauh ketika sudah menikah nanti. Menurutnya, akan lebih baik jika suami istri tetap aktif bekerja dan pulang ke rumah yang sama. Lagi, itu akan mempengaruhi pola asuh terhadap anak kelak. Pikiran itu muncul berdasarkan pengalamannya di keluarganya yang bisa dikatakan keluarga yang harmonis. Dia melihat keberhasilan kedua orangtuanya dalam mendidik dan membesarkan dia dan ketiga saudaranya.

Ditambah, pria itu sudah melek akan manajemen keuangan. Dia tahu apa yang dia butuhkan dan dia mau. Dia juga mengakui bahwa dirinya pelit dan perhitungan untuk dirinya sendiri namun apabila adiknya meminta sesuatu padanya, dia biasanya dengan segera membelikannya. Dia juga bercerita bahwa menurutnya harga sepatu yang sewajarnya itu adalah tiga ratus ribu rupiah.

Malam itu berulang kali kudengar dia mengatakan kalo dia suka bila diajak berdiskusi hal-hal yang saat itu sedang kami bicarakan.


Besar harapanku dia tidak membaca tulisan ini karena gengsiku tidak memperbolehkan dia tahu kalo aku bahagia bisa bertemu dengannya senja itu.

-Cegil, 2024-

Comments

  1. so happy to read kaa, sederhana but deep❤️

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Waiting for Godot (Reflection)

  Reflection   The story of Waiting for Godot features four names, namely Vladimir, Estragon, Pozzo, Lucky, and Boy. These four figures are in uncertainty waiting for a character named Godot who until the end it is known that he did not approach them. While waiting, Vladimir and Estragon discuss many things that surround them. It is through these conversations that the character of each character is seen as well as the confusion and strangeness that appears in their minds. Personally, I think this drama is very complicated because it carries theological things. Theological which talks about everything related to belief. However, it is quite interesting because it feels close to human life in the uncertainty that one encounters while living in the world, it really tells the story of dwarf human existence. After reading this drama script, it occurred to me that the "Godot" is inside each person and not outside himself.

Belajar menulis

  Hadirmu, “Star”-ku Antoni. Seorang pemuda yang tinggal di ibukota dan baru saja lulus SMA. Dia sosok jenius sekaligus aneh. Dia tipe lelaki penyendiri, dingin, dan tidak bersahabat. Dia menjauh dari siapapun yang berusaha dekat dengannya. Pernah suatu kali, seorang teman sekelasnya mendatangi mejanya saat bel tanda istirahat telah berbunyi, mengajaknya ke kantin. Antoni   malah memberikan tatapan kosong dan pergi begitu saja, tidak menghiraukan ajakan tersebut. Sejak saat itu, Antoni dijauhi oleh seluruh teman-temannya. Dan itulah yang diinginkannya. Suatu hari, ia dinyatakan lulus ujian masuk universitas. Itu merupakan sebuah universitas ternama. Universitas yang terkenal sebagai tempat orang-orang jenius dan sangat sulit untuk masuk ke universitas tersebut. Siapapun yang lolos masuk ke sana pasti akan sangat bangga dan bahagia sekali. Namun berbeda dengan Antoni. Ia mampu lolos dengan perasaan yang biasa saja, padahal nilainya sangatlah sempurna. Antoni adalah anak y...