Menulis
Layaknya darah muda yang masih
berada dalam proses emosi labil menuju stabil.
Saya
kerap kali mengalami perdebatan dalam diri. Perdebatan seperti menyalahkan diri
karena merasa telah salah dalam menyikapi manusia lain, mengulang
kejadian-kejadian yang sudah berlalu di dalam ingatan sambil membuat pengandaian-pengandaian
jikalau tidak begitu maka tidak akan seperti ini, mempertanyakan potensi diri,
memaksa diri keluar dari zona nyaman, dsb.
Di usia 20 tahun saya benar-benar mengerti
bahwa tindakan-tindakan yang sudah berlalu akan diikuti oleh kejadian-kejadian
yang akan datang. Berusaha merasionalkan diri agar tidak terlalu mendramatisir
kejadian-kejadian dan menguatkan diri untuk menghadapi segala sesuatu sebab
semua akan berlalu. Bahkan yang sebelumnya dianggap tidak mampu atau terasa
sangat sulit dilalui sekalipun pada akhirnya terlewati seiring berjalannya
waktu. Semua yang berada di bumi ini memiliki masa dan akan habis dimakan sang
waktu. Jangan keliru terhadap apapun yang membuat sesak hari ini, oleh karena
akan ada kelegaan setelahnya.
Seperti contohnya mengkhawatirkan
masa depan. Bagaimanapun pikiranmu hanya akan memberatkan langkahmu. Lebih baik
menikmati yang sedang terjadi sembari selalu memperbaharui potensi diri dan
menimbun investasi ilmu. Sebab tidak ada satupun dari kekhawatiranmu mampu
menolong masa depanmu.
Comments
Post a Comment