Skip to main content

Menulis


Menulis

            Layaknya darah muda yang masih berada dalam proses emosi labil menuju stabil.
Saya kerap kali mengalami perdebatan dalam diri. Perdebatan seperti menyalahkan diri karena merasa telah salah dalam menyikapi manusia lain, mengulang kejadian-kejadian yang sudah berlalu di dalam ingatan sambil membuat pengandaian-pengandaian jikalau tidak begitu maka tidak akan seperti ini, mempertanyakan potensi diri, memaksa diri keluar dari zona nyaman, dsb.
            Di usia 20 tahun saya benar-benar mengerti bahwa tindakan-tindakan yang sudah berlalu akan diikuti oleh kejadian-kejadian yang akan datang. Berusaha merasionalkan diri agar tidak terlalu mendramatisir kejadian-kejadian dan menguatkan diri untuk menghadapi segala sesuatu sebab semua akan berlalu. Bahkan yang sebelumnya dianggap tidak mampu atau terasa sangat sulit dilalui sekalipun pada akhirnya terlewati seiring berjalannya waktu. Semua yang berada di bumi ini memiliki masa dan akan habis dimakan sang waktu. Jangan keliru terhadap apapun yang membuat sesak hari ini, oleh karena akan ada kelegaan setelahnya.
            Seperti contohnya mengkhawatirkan masa depan. Bagaimanapun pikiranmu hanya akan memberatkan langkahmu. Lebih baik menikmati yang sedang terjadi sembari selalu memperbaharui potensi diri dan menimbun investasi ilmu. Sebab tidak ada satupun dari kekhawatiranmu mampu menolong masa depanmu.
           

Comments

Popular posts from this blog

Sampai Jumpa di Ratusan Purnama Berikutnya

  Seandainya gedung stasiun BNI City bisa berbicara, mungkin dia akan menceritakan kisah bertemunya dua orang canggung yang terjadi saat senja pada tanggal 28 Mei 2024. Seorang perempuan kebingungan menemukan teman lamanya yang sudah menunggu di depan stasiun BNI City karena perempuan itu baru pertama kali transit di sana. “Dia nervous sekali jadinya dia tidak bisa menemukan jalan keluar”. Lekas setelah berhasil melihat punggung temannya itu, dia menghampiri dan itu membuat suasana hatinya menjadi gembira. Seperti mimpi, pria itu, yang sudah 8 tahun tidak dia tahu keberadaannya, ada di hadapannya senja itu. Sangat dekat. Bahkan kalo dia bodoh saja sedikit, dia bisa memeluk pria itu. Dan hal itu pasti akan terus jadi bahan ledekan pria itu. Mereka menyusuri ibukota berdua menggunakan taksi online menuju ke tempat yang sudah dipilihkan si perempuan. Di sana mereka akan bertemu dengan dua teman lainnya. Selasa itu ditutup dengan banyak cerita dan opini. Salah satunya yang bisa dik...

Waiting for Godot (Reflection)

  Reflection   The story of Waiting for Godot features four names, namely Vladimir, Estragon, Pozzo, Lucky, and Boy. These four figures are in uncertainty waiting for a character named Godot who until the end it is known that he did not approach them. While waiting, Vladimir and Estragon discuss many things that surround them. It is through these conversations that the character of each character is seen as well as the confusion and strangeness that appears in their minds. Personally, I think this drama is very complicated because it carries theological things. Theological which talks about everything related to belief. However, it is quite interesting because it feels close to human life in the uncertainty that one encounters while living in the world, it really tells the story of dwarf human existence. After reading this drama script, it occurred to me that the "Godot" is inside each person and not outside himself.

Belajar menulis

  Hadirmu, “Star”-ku Antoni. Seorang pemuda yang tinggal di ibukota dan baru saja lulus SMA. Dia sosok jenius sekaligus aneh. Dia tipe lelaki penyendiri, dingin, dan tidak bersahabat. Dia menjauh dari siapapun yang berusaha dekat dengannya. Pernah suatu kali, seorang teman sekelasnya mendatangi mejanya saat bel tanda istirahat telah berbunyi, mengajaknya ke kantin. Antoni   malah memberikan tatapan kosong dan pergi begitu saja, tidak menghiraukan ajakan tersebut. Sejak saat itu, Antoni dijauhi oleh seluruh teman-temannya. Dan itulah yang diinginkannya. Suatu hari, ia dinyatakan lulus ujian masuk universitas. Itu merupakan sebuah universitas ternama. Universitas yang terkenal sebagai tempat orang-orang jenius dan sangat sulit untuk masuk ke universitas tersebut. Siapapun yang lolos masuk ke sana pasti akan sangat bangga dan bahagia sekali. Namun berbeda dengan Antoni. Ia mampu lolos dengan perasaan yang biasa saja, padahal nilainya sangatlah sempurna. Antoni adalah anak y...