Skip to main content

Hallo Bandung

Wisata di Bandung, guys aku mau cerita sedikit tentang perjalanan wisata selama  tiga hari dua malam di kota kembang yang terkenal dengan destinasi wisata yang berbagai macam. Tujuan utama aku ke Bandung adalah mengikuti ujian seleksi masuk salah satu kampus. Tetapi mumpung aku di Bandung jadi aku sekalian mencurahkan hobi jalan-jalanku. Destinasi wisata yang kupilih tidak berbau gedung mewah dan full AC. Aku lebih tertarik ke destinasi wisata yang menyatu dengan alam. Setelah aku mencari tahu semua tempat wisata, kuputuskan memilih kebun begonia dan floating market.

Kebun begonia yang letaknya lumayan jauh dari penginapanku di daerah Tubagus Ismail VIII, menghabiskan waktu berjam-jam ke sana. Tapi itu semua terbayar lunas ketika aku sampai dan disambut berjuta bunga bermekaran yang siap dijadikan objek foto. Puas rasanya melihat berbagai macam warna bunga yang ditata rapi dan disertai patung-patung yang super kreatif. Tidak perlu takut kepanasan karena taman ini memberikan topi untuk dipakai selama di area taman. Disana juga ada dijual yogurt asli dengan banyak variasi rasa buah. Pokoknya nyegerin buat nyantai kalau udah capek foto-foto. Yogurt satu cup hanya 7000 rupiah. Jika ingin mengabadikan momen indah dengan keluarga juga boleh, karena kru di kebun begonia juga menyediakan jasa foto. Foto yang terbaik bisa dicetak di kertas foto atau di gelas keramik. Harganya juga tidak mahal kok, cuma 15.000 rupiah. Intinya setelah saya berkunjung di taman begonia tidak ada rasa menyesal sama sekali.

Nahh setelah itu aku melanjutkan hobiku dengan mengunjungi floating market. Tiket masuk hanya 20.000 rupiah. Dengan tiket tersebut kita dapat menukarkannya dengan segelas minuman di pintu masuk. Pilihan minuman banyak kok, bagi yang pecinta kopi juga tersedia, tenang saja. Dan bagi pecinta minuman dingin juga tidak usah risau. Wowww...itu kalimat pertama yang terucap dibenakku ketika melihat setiap sudut floating market.  Betapa indahnya alam Indonesia. Tak heran wisatawan asing juga berkunjung ke sini. Seperti masuk ke dalam dunia dongeng. Udara yang sejuk dan tanaman yang ditata indah membuat siapapun yang masuk tak ingin keluar.(sanking kagumnya)

Disana juga ada penyewaan baju kimono khas Jepang. Tapi karena aku penasaran dengan setiap sudut floating market jadi aku tidak menyewanya. Kolam ikan mas yang padat penduduknya juga membuatku gemas ingin menangkap dan membawa pulang, tapi sayangnya tidak diperbolehkan hehehe. Penyewaan sampan juga ada disini, bagi petarung air sejati silahkan dicoba, karena jika kita menyewa sampan tidak satupun kru penyewa ikut di dalamnya. Kami berniat ingin mencobanya, tapi baru berjalan beberapa meter ada yang tak sanggup melanjutkan perjalanan karena merasa tidak yakin dapat selamat sampai tujuan wkwkw. Karena tidak jadi naik sampan, akhirnya aku pindah kendaraan air. Kami menyewa bebek-bebek yang cara menaikinya gampang, tinggal menggowes seperti bermain sepeda dan tak mungkin tenggelam. Ehh iya, aku hampir lupa. Disana tidak ada istilah membeli tiket dengan mata uang rupiah. Alias harus menukarkan terlebih dahulu dengan koin yang sudah disepakati para kru floating market. Lelah tak mengapa, yang penting pengalaman bertambah.

Nikmat mana yang mau dipungkiri setelah berkunjung ke dua tempat wisata ini?

Silahkan dicoba saudarakuu, Bandung tak pernah mengecewakan :)

Comments

Popular posts from this blog

Sampai Jumpa di Ratusan Purnama Berikutnya

  Seandainya gedung stasiun BNI City bisa berbicara, mungkin dia akan menceritakan kisah bertemunya dua orang canggung yang terjadi saat senja pada tanggal 28 Mei 2024. Seorang perempuan kebingungan menemukan teman lamanya yang sudah menunggu di depan stasiun BNI City karena perempuan itu baru pertama kali transit di sana. “Dia nervous sekali jadinya dia tidak bisa menemukan jalan keluar”. Lekas setelah berhasil melihat punggung temannya itu, dia menghampiri dan itu membuat suasana hatinya menjadi gembira. Seperti mimpi, pria itu, yang sudah 8 tahun tidak dia tahu keberadaannya, ada di hadapannya senja itu. Sangat dekat. Bahkan kalo dia bodoh saja sedikit, dia bisa memeluk pria itu. Dan hal itu pasti akan terus jadi bahan ledekan pria itu. Mereka menyusuri ibukota berdua menggunakan taksi online menuju ke tempat yang sudah dipilihkan si perempuan. Di sana mereka akan bertemu dengan dua teman lainnya. Selasa itu ditutup dengan banyak cerita dan opini. Salah satunya yang bisa dik...

Waiting for Godot (Reflection)

  Reflection   The story of Waiting for Godot features four names, namely Vladimir, Estragon, Pozzo, Lucky, and Boy. These four figures are in uncertainty waiting for a character named Godot who until the end it is known that he did not approach them. While waiting, Vladimir and Estragon discuss many things that surround them. It is through these conversations that the character of each character is seen as well as the confusion and strangeness that appears in their minds. Personally, I think this drama is very complicated because it carries theological things. Theological which talks about everything related to belief. However, it is quite interesting because it feels close to human life in the uncertainty that one encounters while living in the world, it really tells the story of dwarf human existence. After reading this drama script, it occurred to me that the "Godot" is inside each person and not outside himself.

Belajar menulis

  Hadirmu, “Star”-ku Antoni. Seorang pemuda yang tinggal di ibukota dan baru saja lulus SMA. Dia sosok jenius sekaligus aneh. Dia tipe lelaki penyendiri, dingin, dan tidak bersahabat. Dia menjauh dari siapapun yang berusaha dekat dengannya. Pernah suatu kali, seorang teman sekelasnya mendatangi mejanya saat bel tanda istirahat telah berbunyi, mengajaknya ke kantin. Antoni   malah memberikan tatapan kosong dan pergi begitu saja, tidak menghiraukan ajakan tersebut. Sejak saat itu, Antoni dijauhi oleh seluruh teman-temannya. Dan itulah yang diinginkannya. Suatu hari, ia dinyatakan lulus ujian masuk universitas. Itu merupakan sebuah universitas ternama. Universitas yang terkenal sebagai tempat orang-orang jenius dan sangat sulit untuk masuk ke universitas tersebut. Siapapun yang lolos masuk ke sana pasti akan sangat bangga dan bahagia sekali. Namun berbeda dengan Antoni. Ia mampu lolos dengan perasaan yang biasa saja, padahal nilainya sangatlah sempurna. Antoni adalah anak y...