Skip to main content

12 IPA 4 SMANSA SIBOLGA 2016/2017



KELUARGA BESAR 12 IPA 4 SMA NEGERI 1 SIBOLGA T.P 2016/2017
Sekarang aku mau menceritakan tentang para penghuni 12 IPA 4. Dimulai dari ibu walikelas Vierda Hutabarat. Ibu Hutabarat mengajar bidang study biologi. Mungkin sekilas kalian mengenalnya seperti guru killer. Tetapi itulah makna peribahasa tak kenal maka tak sayang. Ibu Hutabarat wali kelas kami tidak killer, hanya saja dia tegas dan amat sangat memperhatikan soal kebersihan dan kerapian. Di akhir kelas 3 baru aku menyadari betapa pedulinya dia terhadap kelas kami. Ini namanya cinta datang terlambat, kata Maudy Ayunda. Aku sedih ketika harus menyalam ibu Vierda di hari terakhir sebelum aku meninggalkan Sibolga. Dia memberiku sebuah pesan yang sampai sekarang melekat di jiwa, seperti kata Isyana. Dia berkata setelah selesai di kelas 3 SMA itu baru bisa disebut life has begun. Dan ternyata benar, aku sudah merasakan bagaimana hidup di perantauan. Rasanya seperti bayi yang baru lahir kemudian belajar merangkak hingga akhirnya mampu menjadi dewasa yang sempurna. Next aku mau cerita tentang bagaimana situasi kelas kami. Kelas di ujung lantai dua gedung yang sangat sejuk karena ditutupi pohon yang rimbun dan menjulang tetapi tidak terlalu tinggi. Di dalam kelas 12 IPA 4 terdapat berbagai macam spesies dan suku yang beragam. Suku batak yang menjadi juara terbanyak. Murid berjumlah 36 orang dengan 36 sifat yang berbeda juga pastinya. Dengan susunan tempat duduk yang semula sudah diatur dengan harapan bisa menjadi kelas yang lebih baik lagi. Tapi usaha itu kami patahkan dengan keberanian kami pindah posisi duduk semau diri masing-masing. Banyak harapan dan doa dari guru terhadap kami anak 12 IPA 4. Mulai dari harapan agar lebih giat belajar, harapan agar lebih dewasa, harapan agar mampu menjaga ketertiban. Sayangnya kami bukanlah manusia yang sempurna. Maafkan kami jika tidak bisa seperti yang para guru inginkan. Kami hanya ingin mengeksplor setiap bakat terpendam masing-masing. Mungkin cara kami salah, tapi sungguh kami bukan teroris seperti gelar yang dinobatkan. Memiliki penyanyi handal dan pemusik yang luar biasa itu semua karena SMA 1 yang telah mempertemukan kami. Walaupun begitu kami bukan manusia yang tidak takut pada apapun. Beribadah umat muslim juga rutin dijalankan personil kelas kami. Pendalaman alkitab setiap hari Jumat juga tak pernah kami lewatkan. Kini kami sudah saling berjauhan. Mungkin para guru semakin sehat karena semua personil 12 IPA 4 telah lulus. Tidak perlu berteriak sampai urat ingin putus dan aliran  darah mereka juga tidak terganggu lagi karena kepolosan kami ketika disuruh menjawab soal. Kalo ditanya soal pertemanan, 12 IPA 4 lah the best class ever. Apalagi ketika ujian mendadak melanda. Disitu pertemanan teruji dan terbukti.

Comments

Popular posts from this blog

Sampai Jumpa di Ratusan Purnama Berikutnya

  Seandainya gedung stasiun BNI City bisa berbicara, mungkin dia akan menceritakan kisah bertemunya dua orang canggung yang terjadi saat senja pada tanggal 28 Mei 2024. Seorang perempuan kebingungan menemukan teman lamanya yang sudah menunggu di depan stasiun BNI City karena perempuan itu baru pertama kali transit di sana. “Dia nervous sekali jadinya dia tidak bisa menemukan jalan keluar”. Lekas setelah berhasil melihat punggung temannya itu, dia menghampiri dan itu membuat suasana hatinya menjadi gembira. Seperti mimpi, pria itu, yang sudah 8 tahun tidak dia tahu keberadaannya, ada di hadapannya senja itu. Sangat dekat. Bahkan kalo dia bodoh saja sedikit, dia bisa memeluk pria itu. Dan hal itu pasti akan terus jadi bahan ledekan pria itu. Mereka menyusuri ibukota berdua menggunakan taksi online menuju ke tempat yang sudah dipilihkan si perempuan. Di sana mereka akan bertemu dengan dua teman lainnya. Selasa itu ditutup dengan banyak cerita dan opini. Salah satunya yang bisa dik...

Waiting for Godot (Reflection)

  Reflection   The story of Waiting for Godot features four names, namely Vladimir, Estragon, Pozzo, Lucky, and Boy. These four figures are in uncertainty waiting for a character named Godot who until the end it is known that he did not approach them. While waiting, Vladimir and Estragon discuss many things that surround them. It is through these conversations that the character of each character is seen as well as the confusion and strangeness that appears in their minds. Personally, I think this drama is very complicated because it carries theological things. Theological which talks about everything related to belief. However, it is quite interesting because it feels close to human life in the uncertainty that one encounters while living in the world, it really tells the story of dwarf human existence. After reading this drama script, it occurred to me that the "Godot" is inside each person and not outside himself.

Belajar menulis

  Hadirmu, “Star”-ku Antoni. Seorang pemuda yang tinggal di ibukota dan baru saja lulus SMA. Dia sosok jenius sekaligus aneh. Dia tipe lelaki penyendiri, dingin, dan tidak bersahabat. Dia menjauh dari siapapun yang berusaha dekat dengannya. Pernah suatu kali, seorang teman sekelasnya mendatangi mejanya saat bel tanda istirahat telah berbunyi, mengajaknya ke kantin. Antoni   malah memberikan tatapan kosong dan pergi begitu saja, tidak menghiraukan ajakan tersebut. Sejak saat itu, Antoni dijauhi oleh seluruh teman-temannya. Dan itulah yang diinginkannya. Suatu hari, ia dinyatakan lulus ujian masuk universitas. Itu merupakan sebuah universitas ternama. Universitas yang terkenal sebagai tempat orang-orang jenius dan sangat sulit untuk masuk ke universitas tersebut. Siapapun yang lolos masuk ke sana pasti akan sangat bangga dan bahagia sekali. Namun berbeda dengan Antoni. Ia mampu lolos dengan perasaan yang biasa saja, padahal nilainya sangatlah sempurna. Antoni adalah anak y...