ANALISIS TOKOH DRAMA CRITICAL BUT STABLE KARYA JEAN-PIERRE MARTINEZ
SARTIKA NABABAN
Fakultas Sastra, Universitas Kristen Indonesia
Abstrak
Tulisan ini bertujuan untuk
menunjukkan hasil analisa terkait tokoh yang ada di dalam drama Critical But Stable karya Jean-Pierre
Martinez. Selain itu, tulisan ini menuliskan sinopsis dan potongan dialog dari
sumber data. Hasil analisa ini ditulis dalam bentuk deskriptif teks. Hasil dari
tulisan ini adalah ada beberapa jenis tokoh di dalam drama Critical But
Stable. Dokter Killhem adalah tokoh dinamis,
perawat Diggold adalah tokoh utama, Quentin adalah tokoh dinamis, Beatrice
adalah tokoh simpel, Peggy adalah tokoh kompleks, dan detektif McManigal adalah
tokoh datar atau tokoh pipih.
Kata kunci:
tokoh, sinopsis, dialog.
Pendahuluan
Menurut Suwardi dalam tulisan
ilmiah karya Juliaans E. R. Marantika, drama merupakan salah satu gendre karya
sastra yangn secara etimologi berasal dari bahasa Yunani i“dran”yang berarti
melakukan sesuatu. Drama bisa berupa tiruan cerita hidup seseorang yang
dipertontonkan di hadapan banyak penonton. Struktur dalam naskah yaitu plot/kerangka
cerita, penokohan/perwatakan, dialog, latar, tema, amanat, dan petunjuk teknis.
Berdasarkan biografi
yang tersedia di akhir teks drama, Critical
But Stable adalah drama hasil karya dari seorang penulis asal Prancis
bernama Jean-Pierre Martinez yang lahir pada tahun 1955 di Auvers-sur-Oise, Prancis.
Martinez menulis 62 komedi, tiga di antaranya (Friday the 13th, Strip Poker and
Him and Her), diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Friday the 13th adalah drama terbesarnya dan telah dipentaskan di
bioskop di seluruh dunia, dari Paris hingga Broadway dan dari Buenos Aires
hingga Meksiko.
Critical But Stable merupakan drama
bergenre komedi yang diperankan oleh enam tokoh. Di dalam drama tersebut, Martinez
menampilkan sebuah tragedi yang menghadirkan tawa bagi pembacanya. Raymond Mariani,
tokoh yang mengalami kecelakaan di Boris Bike. Ia segera dilarikan ke rumah
sakit karena membutuhkan pertolongan. Setelahnya, pihak rumah sakit menghubungi
keluarga Raymond yaitu Quentin dan Beatrice.
Tulisan
ini bertujuan untuk menganalisis salah satu unsur intrinsik dalam drama, yaitu
tokoh. Tokoh merupakan salah satu elemen penting karena menjadi penggerak dalam
cerita. Tanpa adanya tokoh, cerita tidak akan berjalan, dan dengan adanya tokoh
timbul masalah-masalah dalam drama tersebut. Analisis tokoh berdasarkan jenis
dilihat dari segi pengembangan watak tokoh guna mengetahui keenam tokoh yang
berperan dalam drama Critical But Stable.
Tulisan
ini akan sangat bermanfaat sebagai tambahan referensi bagi penulis selanjutnya
yang akan melakukan penelitian yang mirip dengan ini. Atau bahkan kepada
penulis lain yang ingin menjadikan drama Critical
But Stable sebagai sumber data namun menganalisis unsur lainnya karena saat
penelitian ini dilakukan belum ditemukan tulisan ilmiah yang menggunakan drama Critical But Stable sebagai sumber data.
Tinjauan
Pustaka
Dalam
penelusuran pustaka terkait drama Critical
But Stable karya Jean-Pierre Martinez, belum ditemukan tulisan ilmiah yang
menganalisis drama ini. Oleh sebab itu peneliti mencari tulisan ilmiah
berdasarkan objek bahasan yaitu analisis karakter untuk dijadikan sebagai acuan
penulisan.
Tulisan
ilmiah berjudul “Analisis Tokoh Naskah
Drama ‘Bapak’ Karya Bambang Soelarto” oleh Retno Ariyani dari Universitas
Sanata Dharma tahun 2020. Data dalam penelitian tersebut berupa kutipan-kutipan
dialog dari naskah drama “Bapak”. Peneliti bertujuan untuk mendeskripsikan
hasil analisis tokoh Bapak, Si Sulung, Si Bungsu dan Perwira dalam naskah drama
“Bapak” karya Bambang Soelarto.
Tulisan
ilmiah lainnya, berjudul “Analisis Perwatakan
Tokoh Utama dan Latar Dalam Naskah Drama Mutter Courage Und Ihre Kinder Karya
Bortolt Brecht” oleh Muhammad Yusuf Qardhawi dari Universitas Negeri
Yogyakarta tahun 2016. Di dalam penelitiannya, beliau bertujuan mendeskripsikan
(1)perwatakan tokoh utama dalam naskah drama Mutter Courage Und Ihre Kinder karya Bortolt Brecht, (2)latar yang
ada dalam naskah drama Mutter Courage Und
Ihre Kinder karya Bortolt Brecht, (3)hubungan antara perwatakan dan latar
dalam naskah drama Mutter Courage Und
Ihre Kinder karya Bortolt Brecht.
Landasan
Teori
Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, tokoh adalah pemegang peran (peran
utama) dalam roman atau drama. Tokoh sebagai pemegang peran berarti menunjuk
orangnya atau pelaku cerita. Aminuddin (2004: 79-83), di dalam tulisan ilmiah
karya Charisah Milatillah, mengemukakan ragam tokoh atau pelaku dalam karya
sastra menurut dibedakan menjadi:
a. Pelaku utama atau pelaku inti yaitu tokoh yang
memiliki peranan penting dalam suatu cerita.
Pelaku tambahan atau pelaku pembantu yaitu tokoh
yang memiliki peranan tidak penting karena kemunculannya hanya melengkapi.
Melayani dan mendukung pelaku utama.
b. Pelaku protagonis yaitu pelaku yang memiliki
watak yang baik sehingga disenangi pembaca.
Pelaku antagonis yaitu pelaku yang tidak disukai
pembaca karena memiliki watak yang tidak sesuai dengan apa yang diidamkan oleh
pembaca.
c. Simple
character yaitu pelaku yang tidak banyak menunjukkan adanya kompleksitas
masalah, pemunculannya hanya dihadapkan pada suatu permasalahan tertentu yang
tidak banyak menimbulkan adanya obsesi-obsesi batin yang kompleks.
Complex
character yaitu pelaku yang kemunculannya banyak dibebani permasalahan yang
juga ditandai dengan munculnya pelaku yang memiliki obsesi-obsesi batin yang
cukup kompleks.
d. Pelaku dinamis yaitu pelaku yang memiliki
perubahan dan perkembangan batin dalam keseluruhan penampilannya.
Pelaku statis yaitu pelaku yang tidak menunjukkan
adanya perubahan atau perkembangan sejak pelaku itu muncul sampai akhir cerita.
Retno
Ariyani di dalam tulisan ilmiahnya juga menuliskan pembagian tokoh dari segi
perkembangan watak tokoh, yaitu:
(1) Tokoh Bulat (round character): tokoh dalam karya sastra, baik jenis lakon maupun
roman/novel yang diporsikan segi-segi wataknya hingga dapat dibedakan dari
tokoh-tokoh lain. Tokoh-tokoh bulat dapat mengejutkan pembaca, pendengar atau
penonton, karena kadang-kadang terungkap watak yang tidak terduga-duga.
(2) Tokoh Datar atau Tokoh Pipih (flat character): tokoh dalam karya
sastra, baik lakon maupun roman/novel, yang hanya diungkapkan dari satu segi
wataknya. Tokoh semacam ini sifatnya statis, tidak dikembangkan secara
maksimal. Apa yang dilakukan tidak menimbulkan kejutan pada publiknya.
Tokoh-tokoh teater tradisional bentuk wayang, pada umumnya termasuk tokoh datar
atau tokoh pipih ini. Tokoh-tokoh wayang adalah stereotip atau simbolik.
(3)
Tokoh Statis (static character):
tokoh dalam roman/novel atau lakon, yang dalam perkembangannya sedikit sekali,
atau sama sekali tidak berubah (bandingkan dengan tokoh datar atau tokoh
pipih).
(4)
Tokoh Tambahan (Extra): tokoh dalam
lakon yang tidak mengucapkan sepatah kata pun. Mereka tidak memegang peranan,
bahkan tidak penting sebagai individu.
(5)
Tokoh Utama (protagonis/ main character):
peran utama berfungsi sebagai pembentuk bahkan pencipta alur cerita dapat juga
disebut ‘tokoh sentral’.
Dalam menganalisa sebuah tokoh dalam
cerita dapat dilakukan melalui pernyataan langsung, monolog batin, tanggapan,
pernyataan atau perbuatan dari tokoh lain, bentuk kiasan atau sindiran. Menurut
Nurgiyantoro (1988: 194-200), dalam tulisan Charisah Milatillah (2009), secara
garis besar teknik pelukisan tokoh dalam suatu karya sastra yaitu:
1.
Teknik Ekspoitori atau teknik analitis
Pelukisan tokoh cerita dilakukan dengan memberikan
deskripsi, uraian atau penjelasan secara langsung. Tokoh cerita hadir dan
dihadirkan oleh pengarang kehadapan pembaca secara tidak berbelit-belit,
melainkan begitu saja dan langsung disertai deskripsi kehadirannya yang mungkin
berupa sikap, sifat, watak tingkah laku, atau bahkan ciri fisiknya.
2.
Teknik Dramatik
Penampilan tokoh cerita dalam teknik dramatik, artinya
hidup dengan tokoh yang ditampilkan pada drama dilakukan secara tidak langsung.
Artinya, pengarang tidak mendiskripsikan secara tidak eksplisit sifat, sikap,
secara tingkah laku tokoh pengarang membiarkan (menyiasati) para tokoh cerita
untuk menunjukkan kehadirannya sendiri melalui berbagai aktivitas baik secara
verbal lewat kata maupun non verbal lewat tindakan atau tingkah laku dan juga
melalui peristiwa yang terjadi.
Wujud penggambaran teknik secara dramatik yang
terdiri atas delapan teknik yaitu:
a.
Teknik Cakapan
Teknik ini dimaksudkan untuk menggambarkan sifat-sifat
tokoh yang bersangkutan. Bentuk percakapan dalam sebuah karya fiksi, khususnya
novel, umumnya cukup banyak, baik percakapan yang pendek maupun yang (agak)
panjang. Percakapan yang baik, efektif, yang lebih fungsional menunjukkan
perkembangan plot dan sekaligus mencerminkan sifat kedirian tokoh pelakunya.
b. Teknik
Tingkah Laku
Teknik cakapan dimaksudkan untuk menunjuk tingkah laku
verbal yang berwujud kata-kata para tokoh, teknik tingkah laku menyaran pada tindakan
yang bersifat nonverbal, fisik. Apa yang dilakukan orang dalam wujud tindakan
dan tingkah laku, dalam banyak dapat dipandang sebagai menunjukkan reaksi,
tanggapan, sifat, dan sikap yang mencerminkan sifat-sifat kediriannya. Namun,
dalam sebuah karya fiksi, kadang-kadang tampak ada tindakan dan tingkah laku
tokoh yang bersifat netral, kurang manggambarkan sifat kediriannya.
c.
Teknik Pikiran dan Perasaan
Teknik pikiran dan perasaan dapat ditemukan dalam teknik
cakapan dan tingkah laku. Artinya, penuturan itu sekaligus untuk menggambarkan
pikiran dan perasaan tokoh. Hal itu memang tidak mungkin dipilahkan secara
tegas. Hanya, teknik pikiran dan perasaan dapat juga berupa sesuatu yang tidak
pernah dilakukan secara konkret dalam bentuk tindakan dan kata-kata, dan hal
ini tidak dapat terjadi sebaliknya.
d.
Teknik Arus Kesadaran
Teknik arus kesadaran merupakan sebuah teknik narasi yang
berusaha menangkap pandangan dan aliran proses mental tokoh, di mana tanggapan
indera bercampur dengan kesadaran dan ketaksadaran pikiran, perasaan, ingatan,
harapan, dan asosiasi-asosiasi acak (Abrams dalam Nurgiyantoro, 2002: 206).
Aliran kesadran berusaha menangkap dan mengungkapkan proses kehidupan batin,
yang memang hanya terjadi di batin, baik yang berada di ambang kesadaran maupun
ketaksadaran, termasuk kehidupan bawah sadar. Apa yang hanya ada di bawah
sadar, atau minimal yang ada di pikiran dan perasaan manusia, jauh lebih banyak
dan kompleks daripada yang dimanifestasikan ke dalam perbuatan dan kata-kata.
e.
Teknik Reaksi Tokoh
Teknik reaksi tokoh dimaksudkan sebagai reaksi tokoh
terhadap suatu kejadian, masalah keadaan, kata, dan sikap-tingkah-laku orang
lain, dan sebagainya yang berupa ”rangsang” dari luar diri tokoh yang
bersangkutan.
f.
Teknik Reaksi Tokoh Lain
Teknik reaksi tokoh lain dimaksudkan sebagai reaksi yang
diberikan oleh tokoh lain terhadap tokoh utama, atau tokoh yang dipelajari
kediriannya, yang berupa pandangan, pendapat, sikap, komentar, dan lain-lain.
g.
Teknik Pelukisan Fisik
Keadaan fisik seseorang sering berkaitan dengan keadaan
kejiwaannya, atau paling tidak, pengarang sengaja mencari dan memperhubungkan
adanya keterkaitan itu. Pelukisan keadaan fisik tokoh, dalam kaitannya dengan
penokohan, kadang-kadang memang terasa penting. Keadaan fisik tokoh perlu
dilukiskan, terutama jika ia memiliki bentuk fisik khas sehingga pembaca dapat
menggambarkan secara imajinatif.
Sinopsis
Drama Critical But Stable Karya
Jean-Pierre Martinez
Critical But Stable adalah sebuah drama yang diperankan oleh enam
tokoh yaitu dokter Killhem, perawat Diggold, Quentin, Beatrice, Peggy, dan
detektif McManigal. Namun, semua konflik di dalam cerita berasal
dari satu tokoh yang tidak berdialog dari awal hingga akhir cerita, Raymon
Mariani.
Drama ini berlatar di
sebuah rumah sakit tepatnya di kamar nomor 13 tempat Raymond Mariani dirawat. Raymond
adalah salah satu komplotan perampok bersenjata yang tertabrak bus saat polisi
mengejarnya di London. Ia mengalami kecelakaan setelah melakukan perampokan
sebuah kantor pos. Tidak diberitahu siapa yang membawanya ke rumah sakit namun
yang pasti dia sudah mendapatkan penanganan. Konflik dimulai saat saudara
Raymond datang untuk membesuknya.
Peristiwa kecelakaan
itu ternyata mempertemukan kembali Raymond dan dua saudaranya, Quentin dan Beatrice.
Berdasarkan dialog antara Quentin dan Beatrice terakhir pertemuan terjadi saat
pemakaman ayah mereka dan tampaknya itu sudah cukup lama. Di rumah sakit,
Quentin dan Beatrice berhadapan dengan dokter Killhem dan perawat Diggold.
Dokter dan perawat tersebut memberitahu bahwa Raymond sedang berada di masa
kritis namun stabil. Kepalanya harus tetap dipakaikan helm agar materi otaknya
tidak tumpah dan tercerai-berai. Kemungkinan untuk Raymond dapat sadar kembali
sangat kecil. Oleh sebab itu dokter meminta mereka untuk datang dan memberi
keputusan apakah Raymond tetap diberikan pengobatan sampai sadar (itu mungkin
membutuhkan waktu yang lama) atau lebih baik dihentikan dan menolong orang lain
lewat organ Raymond yang masih bisa dipergunakan.
Bagian mengejutkan,
koma yang dialami Raymond hanya sebuah rekayasa. Raymond bekerjasama dengan
perawat Diggold agar bebas dari pengejaran polisi sekaligus mengelabuhi
rekannya dalam melakukan perampokan, Peggy. Dengan ide menutupi tengkorak
Raymond dengan helm full-face, mereka
berhasil menipu semuanya. Akhirnya perawat Diggold dan dokter Killhem
mendapatkan bagian dari hasil perampokan yang dilakukan oleh Raymond.
Pembahasan
Tokoh
drama Critical But Stable dianalisis
dengan cara membaca teks drama dan melihat penggambaran penulis pada bentuk
fisik karakter-karakter yang meliputi antara lain: usia, jenis kelamin, bentuk
tubuh, penampilan, dan ciri khasnya masing-masing. Selain itu sikap batin
karakter juga menjadi sorotan.
Drama
Critical But Stable menghadirkan enam
tokoh sebagai penggerak alur cerita yaitu sebagai berikut.
1. Tokoh pertama adalah dokter Killhem yang
menangani Raymond.
Dalam
drama ini, dokter Killhem dikategorikan sebagai tokoh dinamis karena mengalami perubahan dan perkembangan batin
dalam keseluruhan penampilannya. Dokter
Killhem memiliki impian memiliki klinik pribadi.
Killhem – Hospitals are always overheated. Makes me
want to open a private clinic just for the air conditioning.
Killhem – Something else! Exactly! That’s why I will
soon join the two-tier medical system my dear. The public sector doesn’t have
the means to pay me what I am worth… Would you like to join me in my new
private clinic, as head nurse?
2. Tokoh kedua adalah perawat Diggold, perawat
yang membantu dokter Killhem menangani Raymond.
Dalam
drama ini, Perawat Diggold dikategorikan sebagai tokoh utama karena tokoh ini mendominasi cerita. Perawat Diggold
yang membantu Raymond untuk merekayasa kecelakaan yang menimpanya demi
mendapatkan sebagian besar dari hasil rampokan. Dapat dilihat dari
percakapannya dengan dokter Killhem.
Diggold – I struck a deal with Raymond as soon as he
was admitted. We reported he was in a
coma so he wouldn’t go to prison, and he would give us
two thirds of the money.
3. Tokoh ketiga adalah Quentin adalah saudara
Raymond.
Dalam
drama ini, Quentin dikategorikan sebagai tokoh
dinamis karena mengalami perubahan dan perkembangan batin dalam keseluruhan
penampilannya. Dari percakapannya dapat dilihat bahwa Quentin adalah orang yang
tidak berpendirian. Quentin menyepakati kerjasama dengan Peggy namun setelah
Peggy tertangkap basah di ruang inap Raymond, dia menyangkal dan mengatakan
tidak mengenali Peggy.
4. Tokoh keempat adalah Beatrice adalah saudara
Raymond.
Dalam drama ini, Beatrice dikategorikan
sebagai tokoh simpel (simple character) karena dapat
dilihat dari dialog tokoh ini, ia tidak
banyak menunjukkan adanya kompleksitas masalah, pemunculannya hanya dihadapkan
pada suatu permasalahan tertentu yang tidak banyak menimbulkan adanya
obsesi-obsesi batin yang kompleks. Jika dilihat dari dialognya, Beatrice tidak
terlalu banyak beropini dia hanya mengikuti perkataan saudaranya.
5. Tokoh kelima adalah Peggy adalah salah satu komplotan
Raymond saat merampok.
Dalam
drama ini, Peggy dikategorikan sebagai tokoh
kompleks (complex character) karena
kemunculannya banyak dibebani permasalahan yang juga ditandai dengan munculnya
pelaku yang memiliki obsesi-obsesi batin yang cukup kompleks. Awal
kemunculannya, Peggy mengaku bahwa dia adalah istri dari Raymond. Itu
dilakukannya agar keluarga Raymond mengizinkannya tetap berada di sana sampai
dia mendapatkan koper tempat uang hasil rampokan. Namun ternyata sandiwaranya
tidak bertahan lama karena akhirnya dia mengaku bahwa dia adalah komplotan
Raymond.
6. Tokoh detektif McManigal adalah anggota kepolisian
yang mengusut kasus perampokan yang dilakukan Raymond dan komplotannya.
Dalam drama ini, detektif McManigal dikategorikan
sebagai tokoh datar atau tokoh pipih (flat character) karena tokoh ini
sifatnya tidak dikembangkan secara maksimal. Apa yang dilakukan tidak
menimbulkan kejutan pada publiknya. Detektif McManigal hanya bekerja sesuai
perintah atasan dan dialognya hanya berdasarkan kepentingan kerjanya.
Simpulan
Berdasarkan analisis tokoh dalam
drama Critical But Stable, dapat
disimpulkan bahwa dokter Killhem adalah tokoh dinamis, perawat Diggold adalah
tokoh utama, Quentin adalah tokoh dinamis, Beatrice adalah tokoh simpel, Peggy
adalah tokoh kompleks, dan detektif McManigal adalah tokoh datar atau tokoh
pipih.
Comments
Post a Comment